Punapi Gatra , Bali – Startup adalah perusahaan baru atau yang belum lama beroperasi. Saat ini di Indonesia perusahaan yang sudah mendapatkan unicorn ada 4 buah yaitu Gojek, Traveloka, Tokopedia dan Bukalapak. Dimana dikatakan unicorn bilamana memiliki valuasi sebesar Rp. 13 Triliun.

Seiring perkembangan teknologi tentunya, membuat para konseptor untuk memanfaatkan peluang didalam merancang sebuah sistem yang bermanfaat untuk orang banyak di era digital ini. Biasanya rata-rata usia pelaku bisnis pemula atau startup adalah kaum millenial.



Berbeda dengan Founder sistem antrian online yang disebut NGANTRE.COM Pria asal Kabupaten Badung yang bisa dibilang usianya tidak millenial lagi yaitu A.A Gede Ardana atau disapa Agung.

Perjuangan untuk membangun sampai dengan mengembangkan sistem NGANTRE.Com pak Agung ditemani oleh anak muda yang bernama I Putu Putra Jaya Wardana.SE.MT (MsTR) dan Dr. Eng. I Wayan Kastawan. ST.MA sebagai (CoFounder). Dengan berbekal idealisme untuk memberikan pelayanan masyarakat di dalam menerapkan kegiatan yang terkait dengan antrian, aplikasi ini akhirnya terbentuk.

Bahkan aplikasi ini sudah digunakan oleh beberapa instansi di pemerintah dan non pemerintah. Aplikasi ini tidak hanya mengandung unsur profit melainkan membantu masyarakat untuk mendapatkan informasi sebuah sistem antrian yang ada di instansi pemerintah dan non pemerintah. Tidak hanya itu khususnya instansi yang menerapkan sistem aplikasi ini dapat membantu meningkatkan mutu pelayanan publik.

Melalui beberapa survei dilapangan sistem aplikasi ini menjawab permasalahan sistem antrian yang masih minim dirasakan tingkat kepuasannya oleh masyarakat.



Kami berharap tentunya pemerintah Bali mendukung penuh sistem aplikasi ini. Bentuk dukungan tidak hanya berbentuk pendanaan dan pembinaan saja melainkan menerapkan atau menggunakan aplikasi ini di masing-masing perangkat daerah yang menggunakan sistem antrian antara lain Perbankan milik daerah (BPD), Dukcapil, Kesehatan, Samsat dll. Aplikasi ini diberikan secara GRATIS.

Dengan menggunakan saja tentunya pemerintah sudah dirasakan mendukung startup lokal Bali yang kedepan akan berpotensi bersaing diranah nasional bahkan sampai tingkat internasional.